kalo menurut ane..
berjualan itu adalah sunnah
jadi kalo bisa jujur saja terhadap barang apa yang kita jual dan biarkan pembeli memilih sesuai dengan kemampuan dan kemauan.
ingat, kita bisa saja mempengaruhi seseorang untukmembeli pada saat sekarang..tapi bila di suatu ketika dia tersadar, bahwa membeli barang yang bukan kebutuhan karena dipengaruhi oleh kita, maka sepertinya pembeli akan berpikiran sedikit negatif dengan kita.
kalo di agama saya,
berdagang menyediakan 19 pintu dari 20 pintu rejeki yang baik.
dan Nabi di agama saya adalah seorang pedagang yang baik dengan tuntunan sederhana dan sangat efektif.
1. jujur dalam berkata.
2. terpercaya untuk menjaga amanah.
3. cerdas dalam berpikir dan bertindak.
4. serta menyampaikan apa adanya.
kalo di aplikasikan,
berdagang itu:
1. harus jujur apa adanya
2. memperlihatkan hal kurang atau lebih dari dagangan yang kita miliki
3. jangan menimbun
4. menimbang secara adil.
5. bila barang yang kita jual adalah titipan (seperti konsinyasi) kita wajib menjaganya.
6. jaga silahturahmi kepada sesama pedagang dan kepada pembeli
Senin, 27 Juni 2011
Senin, 13 Juni 2011
Saya Iri
Iri merupakan sifat yhang tidak baik. karena iri merupakana salah satu sifat setan, sehingga kita harus menjauhi sifat seperti itu.
namun baru-baru ini penulis mengalami sifat iri yang sangat. dan ini hanya dalam pikiran saja, sebab penulis tahu sifat itu adalah buruk. Sebisa mungkin penulis menghapus sifat itu dengan banyak berdzikir. apalagi iri yang dialami oleh penulis kali ini juga bisa di bilang iri terhadap sifat yang juga buruk. a.l.:
1. koruptor yang bisa bebas dari panggilan pengadilan
2. penjilat yang bisa bebas menjelek-jelekan teman kerjanya
3. orang yang bisa memut(il)asi orang lain dalam hal pekerjaan
4. kekasih yang bisa menyuruh/menyakiti pasangannya semaunya
5. pemimpi(n) yang bisanya hanya curhat
semua di atas adalah sifat negatif yang aku iri-in, yang notabene juga merupakan sifat negatif.
aku tau dalam persamaan matematika :
(-) x (-) = (+)tapi apakah persamaan itu juga berlaku dalam kehidupan nyata?
atau mungkin ada sifat iri dalam diri ini yang merupakan sifat yang positif.
1. iri untuk menjadi kaya dengan cara yang syar'i untuk menghindari perbuatan dosa.
karena sesungguhnya kefakiran itu dekat dengan kekafiran.
2.iri dengan senior yang dengan hebatnya mendapat skor TPA tertinggi dan mendapat beasiswa dari dua negara berbeda.
itu iri yang boleh kan?
Minggu, 29 Mei 2011
mungkin itu hanya keberuntunganku
menurutnya, selama bertujuan untuk membahagiakan istri, maka tidak ada yang dianggap lebay.
lalu secara mendadak aku melihatnya.
ya, dia istriku yang aku nikahi sekitar tujuh bulan lalu.
Mungkin, itu memang saatku.
terkadang ada rasa tidak berdaya.
saat mengingat masa ini.
saat belum bisa membahagiakan istri.
tapi dia selalu menjawabnya dengan pelukan hangat dan senyuman.
"kamu sudah membahagiakanku dengan membuatku tersenyum", itu katanya.
mungkin ini memang kebahagiaanku
dan semalam, iya memang semalam.
aku mengajaknya berdansa.
di ruangan 2x2.
dan kita mendendangkan lagu iklan itu.
entah kenapa, iklan yang kita dendangkan langsung di putar di TV.
Kita menikmatinya.
berdua.
Mungkin memang itu hanya keberuntunganku
Rabu, 25 Mei 2011
yang hangat darimu yang hebat
jangan lupa kita harus segera bersiap.
30 menit, kita akan berangkat
mandi, mandi.
kau baru bangun,
kau ke dapur,
kau langsung memainkan ramuan rahasia itu.
kau tidak mengizinkanku membantumu,
aku ganti baju dan memanaskan motor.
kaupun telah selesai dengan kegiatan ajaibmu di dapur mungil kita.
waktu yang ada aku sempat mengintip ke arah dapur,
tapi semua sudah rapih di dalam 2 box makanan.
1 berwarna biru berukuran besar, jelas untukku.
1 berpola polkadot berukuran sedang, untukmu kah?
isinya tercium harum madu.
harum bakaran roti.
sebuah sarapan sederhana
yang hangat darimu yang hebat.
Jumat, 15 April 2011
setelah menonton film"?"
malam ini saya dan sapidudunk baru saja nonton film "?" yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo.
Sutradara yang sudah membuat beberapa film yang baik bahkan kadang ada kabar yang berbau tidak sedap tentangnya.
film itu mengingatkan sanya kisah yang terjadi beberapa waktu lalu.
ada seorang anak yang tinggal di lingkungan mayoritas.
meskipun demikian sang anak bersekolah di sekolah kaum minoritas.
sang anak tidak mengerti kenapa dia sekolah di situ.
yang ia tahun kedua kakaknya juga bersekolah di sekolah itu.
sering ia dengar, ibunya menjawab pertanyaan orang," karena pendidikannya sepertinya paling baik di kota ini, bu."
anak itu pun menjalani hidup masa kanak-kanaknya dengan sangat terasing.
pernah suatu saat ketika bermain bersama, tiba2 semua temannya berhenti bermain seketika dengan alasan tidak mau bermain dengan kafir.
pernah juga suatu saat, anak itu mendadak ditampar oleh tetangga saat melewati jalan pintas dari sekolah ke arah rumahnya.
dan orang - orang tersebut mengaji bareng setiap selasa dan kamis setelah maghrib dengan sang anak.
anak tersebut terus mengalami kejadian tidak mengenakkan sehingga pada suatu saat dia memutuskan untuk tidak ngaji bareng di pengajian dekat rumah itu. dia juga tidak tahu arti dari madi wajib sampai pelajaran agama di tingkat SMP.
anak itu pun beranjak dewasa dengan perubahan ilmu agam yang didapatnya di sekolah negeri,
terlalu ekstrim mungkin.
jenggotnya tidak dipotong.
celananya sempat diatas lutut.
sempat!.
tapi dia akhirnya pun ingat bahwa dulu ia penah bermain bersama dengan temannya selepas temannya pulang dari gereja.
ia pun mempunyai saudara lain agama.
gereja, wihara sampai pura.
"untukmu agamamu, untukku agamaku."
semua orang dapat berkomentar apapun, tapi anak itu saya.
dan saya mengalaminya sendiri
Sutradara yang sudah membuat beberapa film yang baik bahkan kadang ada kabar yang berbau tidak sedap tentangnya.
film itu mengingatkan sanya kisah yang terjadi beberapa waktu lalu.
ada seorang anak yang tinggal di lingkungan mayoritas.
meskipun demikian sang anak bersekolah di sekolah kaum minoritas.
sang anak tidak mengerti kenapa dia sekolah di situ.
yang ia tahun kedua kakaknya juga bersekolah di sekolah itu.
sering ia dengar, ibunya menjawab pertanyaan orang," karena pendidikannya sepertinya paling baik di kota ini, bu."
anak itu pun menjalani hidup masa kanak-kanaknya dengan sangat terasing.
pernah suatu saat ketika bermain bersama, tiba2 semua temannya berhenti bermain seketika dengan alasan tidak mau bermain dengan kafir.
pernah juga suatu saat, anak itu mendadak ditampar oleh tetangga saat melewati jalan pintas dari sekolah ke arah rumahnya.
dan orang - orang tersebut mengaji bareng setiap selasa dan kamis setelah maghrib dengan sang anak.
anak tersebut terus mengalami kejadian tidak mengenakkan sehingga pada suatu saat dia memutuskan untuk tidak ngaji bareng di pengajian dekat rumah itu. dia juga tidak tahu arti dari madi wajib sampai pelajaran agama di tingkat SMP.
anak itu pun beranjak dewasa dengan perubahan ilmu agam yang didapatnya di sekolah negeri,
terlalu ekstrim mungkin.
jenggotnya tidak dipotong.
celananya sempat diatas lutut.
sempat!.
tapi dia akhirnya pun ingat bahwa dulu ia penah bermain bersama dengan temannya selepas temannya pulang dari gereja.
ia pun mempunyai saudara lain agama.
gereja, wihara sampai pura.
"untukmu agamamu, untukku agamaku."
semua orang dapat berkomentar apapun, tapi anak itu saya.
dan saya mengalaminya sendiri
Langganan:
Postingan (Atom)