Minggu, 29 Mei 2011

mungkin itu hanya keberuntunganku


semalam seorang motivator berbicara di TV
menurutnya, selama bertujuan untuk membahagiakan istri, maka tidak ada yang dianggap lebay.

lalu secara mendadak aku melihatnya.
ya, dia istriku yang aku nikahi sekitar tujuh bulan lalu.
Mungkin, itu memang saatku.

terkadang ada rasa tidak berdaya.
saat mengingat masa ini.
saat belum bisa membahagiakan istri.
tapi dia selalu menjawabnya dengan pelukan hangat dan senyuman.
"kamu sudah membahagiakanku dengan membuatku tersenyum", itu katanya.
mungkin ini memang kebahagiaanku

dan semalam, iya memang semalam.
aku mengajaknya berdansa.
di ruangan 2x2.
dan kita mendendangkan lagu iklan itu.
entah kenapa, iklan yang kita dendangkan langsung di putar di TV.
Kita menikmatinya.
berdua.


Mungkin memang itu hanya keberuntunganku

Rabu, 25 Mei 2011

yang hangat darimu yang hebat


selamat pagi istriku,aku mandi dulu
jangan lupa kita harus segera bersiap.

30 menit, kita akan berangkat

mandi, mandi.

kau baru bangun,
kau ke dapur,
kau langsung memainkan ramuan rahasia itu.

kau tidak mengizinkanku membantumu,
aku ganti baju dan memanaskan motor.

kaupun telah selesai dengan kegiatan ajaibmu di dapur mungil kita.
waktu yang ada aku sempat mengintip ke arah dapur,
tapi semua sudah rapih di dalam 2 box makanan.

1 berwarna biru berukuran besar, jelas untukku.
1 berpola polkadot berukuran sedang, untukmu kah?

isinya tercium harum madu.
harum bakaran roti.

sebuah sarapan sederhana
yang hangat darimu yang hebat.

Jumat, 15 April 2011

setelah menonton film"?"

malam ini saya dan sapidudunk baru saja nonton film "?" yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo.

Sutradara yang sudah membuat beberapa film yang baik bahkan kadang ada kabar yang berbau tidak sedap tentangnya.

film itu mengingatkan sanya kisah yang terjadi beberapa waktu lalu.

ada seorang anak yang tinggal di lingkungan mayoritas.
meskipun demikian sang anak bersekolah di sekolah kaum minoritas.
sang anak tidak mengerti kenapa dia sekolah di situ.
yang ia tahun kedua kakaknya juga bersekolah di sekolah itu.
sering ia dengar, ibunya menjawab pertanyaan orang," karena pendidikannya sepertinya paling baik di kota ini, bu."

anak itu pun menjalani hidup masa kanak-kanaknya dengan sangat terasing.
pernah suatu saat ketika bermain bersama, tiba2 semua temannya berhenti bermain seketika dengan alasan tidak mau bermain dengan kafir.

pernah juga suatu saat, anak itu mendadak ditampar oleh tetangga saat melewati jalan pintas dari sekolah ke arah rumahnya.

dan orang - orang tersebut mengaji bareng setiap selasa dan kamis setelah maghrib dengan sang anak.

anak tersebut terus mengalami kejadian tidak mengenakkan sehingga pada suatu saat dia memutuskan untuk tidak ngaji bareng di pengajian dekat rumah itu. dia juga tidak tahu arti dari madi wajib sampai pelajaran agama di tingkat SMP.

anak itu pun beranjak dewasa dengan perubahan ilmu agam yang didapatnya di sekolah negeri,
terlalu ekstrim mungkin.
jenggotnya tidak dipotong.
celananya sempat diatas lutut.
sempat!.

tapi dia akhirnya pun ingat bahwa dulu ia penah bermain bersama dengan temannya selepas temannya pulang dari gereja.
ia pun mempunyai saudara lain agama.
gereja, wihara sampai pura.

"untukmu agamamu, untukku agamaku."

semua orang dapat berkomentar apapun, tapi anak itu saya.
dan saya mengalaminya sendiri

Jumat, 08 April 2011

Utara (for my lovely cow)

Utara
hari ini saya menulis lagi.
menulis tentang ikatan suci yang hampir setengah masa edar bumi.

ikatan itu terkadang mengendur juga terkadang lecet.
oleh emosi, oleh cemburu.

namun seperti janji kita dulu di depan singgasana suci Tuhan,
Tuhan yang diwakili oleh bapak berpeci dari KUA itu.

kita akan berusaha untuk membina hubungan ini dengan niat untuk menyempurnakan separuh agama.

separuh agamaku, separuh agamamu.

Utara,
mata angin mulia, mengapa tidak dari arahmu mentari terbit atau tenggelam.
di setiap Peta, arahmu adalah utama.

istriku, bila nanti kau merasa bosan atau lelah mencintaiku. ingatlah selama mata kompas masih menunjukkan Utara sebagai keutamaan, maka tersenyumlah

Sabtu, 12 Maret 2011

cemburu (tidak) menguras hati

"Tergores amarahku
Cemburu menguras hati
Galau kini menyiksa diri"

ya, tadi adalah sepenggal lirik dari lagu yang dinyanyikan vidi aldiano. seorang penyanyi muda yang tampaknya juga harus tunduk dengan selera pasar indonesia. Cinta dengan segala kisahnya mulai dari sedih hingga senang masih sering membuat rakyat negeri ini semakin mendayu dan mengiba. padahal kan sempat disindir sama band efek rumah kaca,
"Apa memang karena kuping melayu
Suka yang sendu-sendu
Lagu cinta melulu"

hehe, tadinya sempat ngetawain lagu ini. tapi entah kenapa lagu ini juga yang saya rasakan menjadi bahan bakar semangat.

sangat kena!

saya mendapati suatu waktu dan kejadian hingga saya memikirkan seorang yang saya sayang.
dan dia membuat rasa itu mucul. CEMBURU.

kata 7 huruf yang terkadang membuat manusia menjaddi lupa bila kata tadi diberi tambahan kata BUTA.

saya memang lebih baik menanyakannya, meminta informasi lebih jelas darinya dan mencoba mencari solusi bersama untuk masalah ini. karena saya mencintainya karena ALLOH..